Entah bumi yang sudah
semakin tua atau mungkin matahari memang sudah tidak muda lagi, akhir-akhir ini
bumi enggak seterang dulu dan matahari enggak secerah dulu (panasnya sih tetep
!), jadi akhir-akhir ini beberapa provinsi di Indonesia tengah dilanda kabut
asap dan tidak terkecuali kota tempat gue tinggal. Tiap pagi (atau lebih
tepatnya shubuh) tiap gue mau berangkat sekolah di jalanan gue gelagapan
soalnya jalannya enggak keliatan, tiap malam gue engap-engapan kayak ikan lele
habis di getok kepalanya karena susah nafas, susah tidur, susah dapat pacar
juga #Plak. Kadang gue mikir asap ini berasal dari bakar sate masal atau
merokok masal atau sunatan masal, enggak ngerti deh gue datangnya dari mana,
yang jelas ini sangat-sangat mengganggu !
Walau pun sangat
mengganggu, gue sebagai santri yang baik hati dan tidak sombong (kalo sama
cewek cantik) gue mencoba melihat dari segala sudut dan dari segala sisi
tentang kabut asap sialan ini ! Yang gue lihat adalah beberapa keuntungan yang
di dapat dari kabut asap ini, pertama lo enggak perlu khawatir kalo lo tlat
sekolah terus berangkat dengan terburu-buru, saking terburu-burunya lo lupa
pakai celana, enggak usah khawatir ! Kabut ini akan senantiasa melindungi titit
lo setidaknya sampai jam 8 pagi, karena setelah itu kabut yang tebal itu akan
menipis. Keuntungan yang lainnya adalah ; tanah yang di bakar akan menjadi
lebih subur, meningkatnya penjualan pedagang masker, meningkatnya pendapatan
apotik dan rumah sakit, meningkatnya jadwal kerja tukang gali kubur,
meningkatnya orang yang berdoa meminta hujan (padahal biasanya cuman jomblo
yang berdoa minta hujan) biar lahan yang terbakar cepat padam, wah lumayan
banyak deh keuntungan yang di dapat kalau melihat sisi baiknya, tapi karena ini
kabut asap jadi ya’ sisi baiknya enggak keliatan deh.
Kemaren itu kabut asapnya
yang paling tebal menurut gue, soalnya pas gue mau menuju ke pesantren gue
jalanannya itu sumpah enggak keliatan apa-apa lagi, sampai gue aja kelewatan
dari pesantren gue karena kabutnya ngalingin penglihatan gue.
Yah’ walau di dera kabut
asap tebal tapi peroses belajar mengajar di pesantren berjalan dengan lancar,
semua berjalan seperti biasa, para santri yang berharap pulang lebih cepat,
para santri yang cuman di kelas pas istirahat karena enggak punya uang jajan,
para santri yang iseng, jail dan usil (bukan gue ya’) tapi temen gue. Nah
ngomongin santri usil nih ya’ kemaren itu gue mesan kopi pake es ke temen gue
yang emang biasa di suruh-suruh dengan upah seribu perak, kadang dua ribu. Jadi
pas istirahat gue minta beliin kopi pake es ke dia, gue upah seribu. Lama gue
tungguin sampai jam istirahat kelar dan ustadznya udah masuk kelas dia baru
nganterin kopi gue, pas dia masuk bawa-bawa kopi, untungnya ustadznya cuek-cuek
aja enggak marahin, selamet deh gue ! Dia taroh tuh kopi di bawah meja gue
deket dengkul gue (sekolahnya enggak pake bangku), tanpa basa-basi gue seruput
tuh kopi walau pun sebenarnya kurang adab kalo minum pas lagi ada ustadz tapi
emang kampret ! Gue tetep minum ! Gue nawarin ke Alfy yang emang duduk di sebelah
gue, padahal gue nawarin cuman basa-basi aja eh ternyata dia malah nyeruput
juga ! Terus gue nawarin lagi ke temen gue yang di belakang namanya Uji, dia
sok nolak gitu, pikir gue ya udah, kopi gue taroh kembali ke belakang meja.
Hampir setengah jam pelajaran udah berlalu gue sama Alfy menikmati bareng es
kopi ini, dan kemudian di susul Uji yang ternyata juga pingin merasakan es kopi
punya gue, gue kasih es kopinya ke dia, dia minum dengan santai, tapi setelah
melepaskan gelas dari mulutnya tertuturlah kata dari mulut Uji dan dia bilang
“Ah enggak manis, gue aduk dulu ye !” Uji pun mengaduk es kopi gue dengan
pulpennya yang sering di emut-emutnya dan di pakenya buat ngorek kuping,
setelah sukses mengaduk kopi gue dia nyeruputnya kembali lalu bilang “Nah ini
baru manis” sambil balikin gelasnya ke gue, gue dan Alfy cuman saling
bertatapan eneg sama kopinya, gue mau makai kalimat yang di ucapkan Alfy buat
menutup cerita ini “Ah gue jadi males minumnya !”
Okey, Fadhilizer (Nama
fans gue, itu pun kalo ada fansnya) dan pembaca setia semuanya, sampai di sini
dulu postingan gue, gue mau sholat jumat dulu ke kota intan Martapura bareng
Alfy. Dan buat cowok ingat pesan gue “Sholat jumat itu hanya untuk lelaki
sejati dan lelaki yang tidak sholat jumat maka patut di curigai kelelakiannya”,
sholat jumat nyok !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar